Breaking News

PKH tak Tepat Sasaran, Keluarga Mampu Masih Dapat Bantuan


MWawasan, Sarilangun~  Program Keluarga Harapan (PKH)  Di Kabupaten Sarolangun,  nampaknya masih perlu dievaluasi lagi penerimanya,  supaya program Kementrian Sosial itu tepat sasaran. Pasalnya,  menurut Sekretaris Dinas Sosial,  H Juddin, Selasa (17/04) kemarin,  saat dikonfirmasi,  mengaku banyak laporan keluhan dari masyarakat yang melakukan komplain, adanya warga yang sudah mampu tapi masih menerima bantuan PKH tersebut. 

" Banyak yang komplen, sudah kaya tapi masih menerima juga, dan itu problem sosial dibawah saat ini, kita hanya bisa merekomendasi bahwa dia tidak layak lagi di desa itu diberi bantuan PKH itu, "katanya. 

Juddin,  juga menyebutkan untuk melakukan penggantian Keluarga Penerima Manfaat (KPM)   PKH yang sudah mampu itu,  pihaknya tidak memiliki kewenangan,  selain hanya memberikan rekomendasi ke para pendamping PKH untuk diusulkan ke Kemensos agar segera ditukar atau dihentikan dari penerima PKH itu. 

" Kita menambah yang baru tidak bisa, karena data dari pusat. begitu juga mengganti yang tidak layak lagi itu,  kita tidak punya wewenang itu, karena wewenang itu belum diserahkan ke daerah oleh kemensos. Kita cuma mengeluarkan rekomendasi bahwa orang ini tidak layak lagi," jelasnya. 

Juddin juga bilang,  bahwa penyebab penerima manfaat PKH ini dulu memang layak menerima program itu,  tapi setelah beberapa tahun,  kondisi ekonomi keluarganya mengalami peningkatan, sehingga menjadi keluarga yang mampu.  Namun, data itu tidak dievaluasi sehingga data tahun 2015 tetap jadi acuan penerima PKH tahun 2018.

" 85 orang pendamping PKH yang dibiayai oleh dana pusat melalui Kementrian sosial dan penerima PKH lebih kurang 10 ribu sekian yang tersebar di seluruh kecamatan dalam kabupaten sarolangun," tambahnya. 

Dimana program PKH ini,  katanya,  penerima manfaat akan menerima dana bantuan sebesar 500 ribu rupiah per triwulan, yang dikirim langsung ke Rekening warga yang bersangkutan. 

"  Yang jelas,  kriteria penerima PKH ini, bagi ibu hamil yang kurang mampu,  ada juga anak yang pendidikan tapi keluarganya tidak mampu.  dan sudah banyak yang mengkomplein dengan kita, masyarakat mengeluhkan yang mampu masih dapat bantuan," tukasnya.


#Iksan