Breaking News

BPPRD Sarolangun Rakor Dengan PPAT


MWawasan, Sarolangun~ Kalau tidak ada aral melintang,  dijadwalkan hari ini. red Rabu (21/02) Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Sarolangun akan melakukan rapat koordinasi dengan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam Kabupaten Sarolangun. 
Hal itu dikatakan oleh Kabid Pajak Bumi Bangun (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB),  Jupri, SE, Selasa (20/02) diruang kerjanya saat dikonfirmasi media ini.

Menurutnya,  Rakor tersebut akan bertujuan menjali komunikasi yang baik antara BPPRD dengan para pejabat pembuat akta tanah tersebur,  dalam hal menunjang PAD nantinya melalui pajak BPHTB dan PBB.

"InsaAllah besok,  kita duduk bersama akan mengadakan pendekatan dan koordinasi seluruh notaris ppat sarolangun,  kalau tidak salah ada 7 orang. sebagai upaya menjalinkan komunikasi,  karena tanpa komunikasi kita sulit memantau.  sehingga nantinya, jika ada peralihan tanah,  jual beli segala macam di akta notaris agar kita dapat berkoordinasi dan dapat dijadikan pad nantinya, "katanya. 

Selain bersama PPAT,  ia juga menyebutkan akan bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN)  Sarolangun,  dalam hal meningkatkan pajak PBB.  pasalnya,  tahun 2018 dikabarkan BPN mendapat jatah pembuatan sertikat tanah atau Prona,  sebanyak 14 ribu, dimana nantinya diharapkan bagi masyarakat yang membutmat sertifikat prona harus memiliki pajak PBB. 

"Kita juga adakan koordinasi juga dengan BPN,  karena dalam tahun ini ada 14 ribu pembuatan persil, sertifikat prona jadi kami gandengkan kegiatan bpn untuk syarat membuat sertifikat itu memiliki pbb," jelasnya. 

Ketika ditanya,  berala target Pajak PBB dan BPHTB pada tahun 2018 ini yang harus direalisasikan?  Dirinya menjawab,  untuk pajak sektor PBB pihaknya menargetkan sebesar 1,4 Milyar dan Pajal BPHTB pihaknya mentargetkan 5 Milyar. 

"Target kita cuma 1 Milyar tahun lalu,  dari BPHTB, dan tahun 2018 ini target kita 5 milyar.  Kalau PBB  tahun kemarin ada 1,3 Lebih dan tahun 2018 ini kita targetkan 1,4 lebih," tukasnya.


#Iksan