Breaking News

Menteri Kesehatan Resmikan Smash Care's di Solok


MlWawasan, Solik~ Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof.Dr.dr. Nila Djuwita Farid Moeloek, SpM (K) meresmikan sekaligus melaunching Public Safety Center (PSC) 119 Solok Madinah Sehat Cara Revolusi Sehat yang dikenal dengan sebutan Smash Care's. Kamis (30/11).

Nila Djuwita F.Moeleok dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh panitia dan peserta yang telah hadir pada pertemuan itu, karena menunjukkan bahwa kita semua mempunyai semangat dalam memberikan pelayanan terbaik bagi kesehatan seluruh masyarakat Indonesia, khususnya pelayanan gawat darurat.

Saat ini, selain Rumah Sakit dan Puskemas, juga dibutuhkan unit baru yang berfungsi untuk melayani kegawatdaruratan, khususnya kegawatdaruratan pra Hospital, unit itu bernama Public Safety Center (PSC) 119. Unit – unit pelayanan kesehatan ini dibutuhkan untuk mewujudkan agenda prioritas (NAWACITA) Presiden, khususnya agenda, kelima yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

Tingginya angka kasus kecelakaan lalu lintas dan penyakit emergensi lainnya misalnya stroke dan penyakit kardiovaskuler, memerlukan terobosan layanan kesehatan yang bersifat cepat dan berkualitas. Penguatan pelayanan kesehatan dilakukan dengan strategi peningkatan akses pelayanan kesehatan, optimalisasi sistem rujukan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang salah satunya melalui Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT). Untuk mewujudkan SPGDT perlu dibentuk sistem yang terintegrasi yang dimulai dari pra rumah sakit, intra rumah sakit dan antar rumah sakit.

Berdasarkan amanat Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2013 tentang Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan disebutkan bahwa setiap Kabupaten/Kota harus membentuk Public Safety Center (PSC). Dalam melaksanakan tugasnya, PSC 119 akan menjadi jejaring National Command Center (NCC) 119 yang berada di jakarta. PSC 119 merupakan ujung tombak dari rangkaian kegiatan SPGDT pra fasilitas pelayanan kesehatan.

Pengorganisasian PSC melibatkan lintas sektor terdiri dari unsur kesehatan, kepolisian, pemadam kebakaran, dan unsur lain sesuai dengan kebutuhan daerah, yang ditetapkan dengan SK Bupati/Walikota.

Berdasarkan data yang masuk ke Kementerian Kesehatan sampai hari ini baru sekitar 125 dari total 514 kabupaten/kota (24,31%) yang telah membentuk PSC dengan sistem yang beragam sesuai dengan kemampuan daerah.

Kedepan diharapkan call center yang ada di PSC kabupaten/kota akan terintegrasi dengan NCC yang berada di Jakarta sehingga ada keseragaman sistem dalam menangani kegawatdaruratan dengan menggunakan satu nomor panggilan yang sama di seluruh Indonesia yaitu 119.

"Saya sangat mendukung dan menyambut baik Program Smash Care’s (Solok Madinah Sehat Cara Revolusi untuk Sehat) yang merupakan layanan langsung ke masyarakat. Program ini sangat bagus dan saya sangat apresiasi dengan ini, karena ini menunjukkan upaya Pemerintah Kota Solok untuk mewujudkan Program Indonesia Sehat di Kota Solok Provinsi Sumatera Barat," ujarnya.

Seyogyanya program ini dapat dilaksanakan pada unit Public Safety Center 119, sehingga ada unit khusus yang menangani kegawatdaruratan, khususnya kegawatdaruratan medik. Saya menyarankan dengan  nomenklatur yang ada, maka sebaiknya PSC ini diberi nama PSC 119 Smash Care’s Kota Solok. Kunjungan keluarga dalam rangka pelaksanaan PIS PK dilakukan pada saat jam kerja, sedangkan untuk panggilan kegawatdaruratan medik akan dilakukan selama 24 Jam, harap Menkes. 

Sementara itu, Wako Zul Elfian juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada ibuk menteri yang telah hadir di Kota Solok. "Kehadiran buk menteri akan dapat memotivasi dan menginspirasi peningkatan pelayanan kesehatan di Kota Solok," ujarnya.

Saat ini, lanjut wako, Kota Solok Kota Beras Serambi Madinah sedang gencarnya melakukan pembangunan. Tak hanya pembangunan fisik, namun juga pembangunan dibidang kesehatan.

"Salah satu pembangunan dan inovasi di bidang kesehatan ialah PSC 119 smash cares yang kita launching hari ini," sebut wako.

Saat ini di Kota Solok terdapat 4 puskesmas yang memiliki keunggulan masing-masing. Seperti Puskesmas Tanah garam yang terkenal dengan puskesmas ramah anak, Puskesmas KTK yang mengedepankan santunan lansia. 

Puskesmas Nan Balimo ada terapi berhenti merokok , serta Puskesmas tanjung paku dalam pelayanan kejiwaan.
Daswippetra Dt Manjinjing Alam dalam sambutannya mengharapkan peran aktif Pemerintah Kota Solok dalam meningkatkan sarana dan prasarana dibidang kesehatan.

"Semoga dengan dukungan menteri, pembangunan Rumah Sakit Solok yang baru dimulai pembangunannya dapat terwujud dan selesai tepat waktu. Dan mudah-mudahan PSC 119 Smash Cares dapat berjalan lancar dan dirasakan manfaatnya bagi masyarakat kota solok," ungkapnya .

Launching tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Nila F. Moeloek didampingi oleh Walikota Solok H.Zul Elfian Dt.Tianso,SH.M.Si, Ketua Komisi II DPRD Kota Solok H.Daswippetra Dt.Manjinjing Alam, Kadiskes Provinsi Sumatera Barat Dr.Hj. Merry Yuliesday,MARS, Ketua TP PKK Kota Solok Ny.Hj.Zulmiyetti Zul Elfian, Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok Dr.Hj.Ambun Kadri.

Pada kesempatan itu juga turut dihadiri oleh seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Solok, Sekda Kota Solok Rusdianto,SIP,MM, seluruh kepala OPD Kota Solok,Perwakilan Dinas Kesehatan daerah tetangga dan ratusan kader kesehatan Kota Solok.


#Hms/Buya