Breaking News

RI Sampaikan Nawacita Di Global Platform for Disaster Risk Reduction

MWawasan.MEKSIKO~ Momentum penyelenggaraan the 5th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR ke-5) dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan koherensi implementasi Kerangka Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana (SFDRR), Tujuan Pembangunan Global (SDGs) dan Kesepakatan Paris untuk Perubahan Iklim.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei menegaskan hal tersebut dalam official statement Indonesia, hari kedua penyelenggaraan GPDRR di Cancun, Meksiko (25/5).

Kepala BNPB juga menyampaikan implementasi SFDRR di Indonesia, termasuk upaya mengintegrasikan ke dalam agenda pembangunan nasional di bawah program Nawacita Presiden.

Disampaikan pula langkah-langkah yang ditempuh Pemerintah Indonesia dalam menguatkan kapasitas dan ketangguhan masyarakat dan bangsa Indonesia. 

"Kami harap agar upaya koherensi implementasi SFDRR dengan SDGs dan outcomes paska-2015 lainnya dapat berkontribusi terhadap upaya penguatan kapasitas dan ketangguhan masyarakat terhadap bencana," lanjutnya.

Hingga hari kedua GPDRR, sebanyak 91 Negara  telah menyampaikan official statement yang pada pokoknya menyampaikan perkembangan implementasi SFDRR di masing-masing Negara.

"Umumnya Negara mengangkat pentingnya koherensi implementasi berbagai outcomes kerangka pembangunan paska 2015," jelas Kepala BNPB.

Koherensi merupakan salah satu tema pembahasan pleno GPDRR dan akan dibahas pada hari terakhir penyelenggaraan (26/5). Kepala BNPB akan menjadi salah satu co-chairs pada pleno dimaksud.

Partisipasi Delegasi Indonesia pada hari kedua GPDRR diantaranya adalah melalui peran Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB sebagai penanggap pada Working Session: Local Authorities: achieving the SFDRR and SDGs target at local level, Deputi Tumbuh Kembang Anak, KPPPA sebagai pembicara pada Working Session: Inclusive and People-centered DRR, dan Sekretaris Eksekutif ICIAR LIPI sebagai pembicara pada Working Session: science and technology.

Pada hari kedua GPDRR Indonesia dalam kapasitas sebagai Kelompok MIKTA juga telah menyelenggarakan side event bertema "Removing Barriers and Promoting Public Private Cooperation in DRR".

Acara yang menampilkan Wakil Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) sebagai salah satu panelis dan dihadiri oleh Menteri Pembangunan Internasional dan Kawasan Pasifik Australia ini mengangkat pentingnya membangun kepercayaan guna mewujudkan kerjasama jangka panjang antara sektor swasta dan publik dalam penanggulangan bencana.

Penyelenggaraan GPDRR akan ditutup pada tanggal 26 Mei 2017 dengan mengadopsi Cancun High Level Communique on Ensuring the Resilience of Infrastructure and Housing yang telah disepakati dalam Leaders' Forum GPDRR pada tanggal 24 Mei 2017. 




#Gan/Dit. HAM dan Kemanusiaan/Yo2k