Breaking News

MEA Membuka Peluang Kerja di ASEAN

MWawasan.BANDUNG~ "Perlu perubahan pola pikir dalam menyikapi guliran Masyarakat Ekonomi ASEAN" kata Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN, Kementerian Luar Negeri, Ade Petranto, dalam sambutan pembukaan di acara Penyampaian Saran Kebijakan yang diadakan di Hotel Grand Preanger, Kota Bandung, tanggal 16 Mei 2017. 

"Perubahan pola piker tersebut dari pandangan bahwa MEA adalah ancaman menjadi MEA adalah peluang atau dari bagaimana kita dapat bersaing menjadi apa yang perlu dipersiapkan agar dapat bersaing", lanjut Ade Petranto.

Acara Penyampaian Saran Kebijakan bertema "Pemanfaatan Bonus Demografi Indonesia dalam Era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2025" tersebut terselenggara atas kerja sama antara Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN, Kementerian Luar Negeri dengan Pusat Studi ASEAN Universitas Pasundan.

Membacakan sambutan Walikota Bandung, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Bandung, Iming Ahmad dalam acara yang dihadiri oleh lebih dari 130 peserta dari berbagai kalangan baik mahasiswa maupun perwakilan asosiasi tenaga kerja di Bandung tersebut memberikan keynote speech. 

Dalam sambutannya natara lain disampaikan harapan agar forum ini dapat menghasilkan rekomendasi saran kebijakan yang inovatif sehingga bonus demografi Indonesia kelak dapat menjadikan tenaga kerja Indonesia lebih unggul. Untuk tujuan tersebut Pemerintah Kota Bandung, antara lain, telah membuat kebijakan yang pro terhadap penciptaan kewirausahaan dan mendorong peningkatan profesi yang diharapkan menjadi nilai tambah bagi SDM unggul Indonesia.

Sementara itu, Rektor Unpas, Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf Sp, MSi, MKom menyampaikan bahwa keberadaan bonus demografi merupakan kesempatan emas bagi Indonesia untuk memanfatkan MEA karena salah satu kelebihan Indonesia adalah jumlah penduduknya. Namun demikian untuk bisa bersaing harus ada peningkatan kapasitas dan kompetensi yang adalah menjadi salah satu tugas dari perguruan tinggi. Dengan peningkatan dan kapasitas tersebut MEA melalui MRA-nya dengan sendirinya menjadi peluang kesempatan kerja yang lebih besar.

Pembicara yang hadir dalam kesempatan tersebut selain Direktur KSEA adalah Profesor Benyamin Haritz dari Universitas Pasundan dan Megawati Santoso, Phd, Wakil Ketua Task Force ASEAN Qualification Reference Framework (AQRF).

Adapun maksud diselenggarakannya kegiatan tersebut seperti yang disampaikan Ade Petranto adalah untuk meningkatkan pemahaman civitas academica di Bandung, asosiasi profesi, dan pemangku kepentingan lainnya terhadap MEA dan Mutual Recognition Arrangement (MRA) sehingga kelak bonus demografi Indonesia menjadi nilai tambah dalam guliran MEA 2025. Selain itu, kegiatan juga dimaksudkan untuk menjaring masukan dari pemangku kepentingan dan masyarakat luas guna mengkapitalisasi kepentingan Indonesia dalam memanfaatkan MEA tersebut. Hal ini penting sebagai untuk menempatkan masyarakat di tengah diskursus yang konstruktif dan berkelanjutan sebagai perwujudan "ASEAN untuk Rakyat". 



#Gan/Humas/Dit. KSEA