Breaking News

Universitas Brawijaya Siapkan Kerja Sama dengan Empat Universitas Senegal

MWawasan.SENEGAL~ Partisipasi Universitas Brawijaya (UB) pada pameran pendidikan terbesar di Senegal (19-20 April 2017) yang digelar di College Bosphore Yavuz Selim, Dakar, telah mendapat perhatian besar dan minat para siswa Senegal untuk belajar di Indonesia. 

Hal ini dibuktikan dari 300 paket informasi Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru tahun 2017 untuk Program Sarjana, 500 leaflet untuk Program Pasca Sarjana, booklet Profil UB, Prospektus UB, serta materi pendukung lainnya laris manis dan habis pada hari pertama. Secara keseluruhan, baik pelaksanaan dan antusiasme pengunjung untuk mengetahui UB dan ingin masuk menjadi bagian dari UB sangat tinggi. 

Pameran yang bertemakan “the 2nd International Forum of School and Vocational Guidance” dihadiri oleh lebih dari 5000 pengunjung ini, diikuti oleh 28 institusi pendidikan baik dari Senegal maupun dari luar negeri, antara lain dari perguruan tinggi Senegal, Indonesia, Turki, Perancis, Maroko, Amerika Serikat, dan Inggris. Para pengunjung sebagian besar dari siswa SMA tingkat akhir, orang tua/wali siswa, sarjana baru yang ingin melanjutkan studi master, kalangan birokrat, berbagai staf dinas lembaga dan masyarakat umum.

Di sela-sela pameran, kunjungan Delegasi UB yang dipimpin oleh Prof. Dr. Marjono, Koordinator Kerjasama Luar Negeri UB, telah diagendakan oleh KBRI Dakar untuk pertemuan dengan tiga universitas dari Senegal yaitu: Université Cheikh Anta Diop (UCAD) Dakar, Université Gaston Berger (UGB) Saint Louis, dan Institut Supérieur de Management (ISM) Dakar dan University of The Gambia (UTG) dari Gambia.

Dubes RI Dakar Mansyur Pangeran menyatakan bahwa tujuan pertemuan tersebut adalah sebagai tindak lanjut dari pertemuan Dubes RI dengan keempat pimpinan perguruan tinggi tersebut dalam rangka menjalin kerja sama antar universitas, pertukaran/ pengiriman siswa universitas ke Indonesia atau sebaliknya, pengiriman tenaga pengajar, kerja sama di bidang penelitian, serta pemanfaatan program beasiswa Darmasiswa dan beasiswa KNB yang ditawarkan oleh Pemerintah Indonesia untuk belajar di perguruan tinggi unggulan Indonesia. 

Pada pertemuan dengan ISM, Prof. Dr. Amadou Diaw, Rektor ISM Dakar mengharapkan UB dapat membantu mengirim seorang tenaga pengajar dari Indonesia untuk mengisi kelas Bahasa Indonesia yang saat ini belum memiliki native teacher. ISM memiliki 4 (empat) program Bahasa asing, yaitu Bahasa, Mandarin, Jepang, dan Korea. Untuk Program Bahasa Mandarin, Jepang, dan Korea, tenaga pengajarnya didatangkan langsung dari negara asal. 

Sementara, Program Bahasa Indonesia untuk sementara waktu diisi oleh Dr. Daniel Bitty, Direktur Institut Afrika-Asia, yang merupakan penerima tiga beasiswa dari RI, yaitu Darmasiswa, Kemitraan Negara Berkembang (KNB), dan S3 Unggulan. Sementara itu, Prof Marjono secara prinsip menyetujui usulan kerja sama dari ISM. Kerja sama Program Bahasa dengan native teacher dari UB akan dijajaki untuk dilakukan dalam kurun waktu tiga bulan atau satu semester.

Dalam pertemuan dengan UGB, Prof. Diedhiou, Dekan Fakultas Pertanian, menyampaikan bahwa UGB sangat menginginkan kerja sama dengan UB di bidang Agriculture, Aquaculture, Fisheries, Food Technology, Crop Production and Protection, Animal Husbandry, dan Agricultural Machinery. UGB juga berharap dapat bekerja sama dengan UB di bidang Agriculture Technology karena teknologi dari Timur lebih adaptif dengan budaya Senegal daripada teknologi dari Barat. UGB sangat memerlukan kerja sama dengan UB yang memiliki reputasi baik di bidang pertanian untuk membantu Senegal mencapai swasembada pangan pada tahun 2017.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan UCAD, Prof. dr. Amadou Gallo, Direktur Kerja Sama Luar Negeri, menyatakan bahwa UCAD sangat tertarik dan menyambut baik usulan kerja sama dengan UB dan berharap kerja sama yang dituangkan dalam MoU dalam format short action plan yang memilikischedule dan deadline yang jelas, serta outcome yang akan dicapai dalam satu atau dua tahun ke depan. Dalam kaitan ini, Prof. dr. Amadou Gallo akan merencanakan kunjungan ke Indonesia untuk mempelajari secara langsung potensi kerja sama yang dapat dijajaki dengan UB.

Pada pertemuan dengan UTG (21/4/17), Wakil Rektor UTG Prof. Momodou Jain, menyatakan bahwa UTG sangat membutuhkan support dari UB untuk memperkuat Post-Graduate Program, kemungkinannya diadakannya joint degree dalam program master khususnya dalam program studiagriculture, science dan engineering.  Prof. Momodou Jain mengusulkan skema belajar satu tahun di UB dan satu tahun di UTG. Namun, sebelum joint degree dilaksanakan, perlu dilakukan penyesuaian kurikulum terlebih dahulu.

Prof. Momodou Jain juga mengharapkan kiranya UB dapat menerima satu atau dua orang siswa dari UTG guna mengikuti pelatihan di bidang pertanian. Dalam kaitan ini, Prof. Marjono menyatakan pada tahun 2017 UB memiliki program beasiswa inbound untuk 50 orang pelajar asing, sehingga UB dapat mengupayakan untuk menerima satu atau dua orang Staf dari UTG untuk mengikuti program short course di UB selama 3-4 bulan. UB akan membebaskan biaya Tuition Fee dan menanggung biaya Akomodasi dengan pagu tertentu selama short course, sementara UTG akan menanggung biaya tiketround-trip.

Dubes Mansyur Pangeran menyarankan kepada keempat pimpinan universitas tersebut kiranya sebelum menandatangani MoU kerja sama antar universitas dimaksud kiranya perlu dilakukan saling kunjung ke universitas baik di Indonesia maupun di Senegal dan di Gambia untuk lebih mengenal dan mempelajari program-program kerja sama yang akan dituangkan dalam MoU. Selain itu, sebagai tindak lanjut dari program kerja sama ini, Dubes Mansyur Pangeran akan merekomendasikan Dr. Daniel Bitty dari ISM Dakar dan Dr. Djibril Badjie dari UTG Gambia, untuk mengikuti World Congress on Indonesianist di Bali, 4-8 September 2017, dan setelah mengikuti Congress mereka dapat mewakili ISM dan UTG untuk melakukan pertemuan dengan pihak UB di Malang guna menindaklanjuti hasil pertemuan ini.

Kepada seluruh wakil universitas dari Senegal tersebut Dubes Mansyur Pangeran mengajak para siswa dari UCAD, ISM dan UGB  untuk memanfaatkan tawaran dua beasiswa dari Pemerintah Indonesia, karena masih sedikitnya para pelajar dari Senegal yang berpartisipasi pada program beasiswa tersebut dibandingkan pelajar dari Gambia dan Sierra Leone.


#Gan/HumasKemlu

No comments