Breaking News

Peringati Hari Kartini, KBRI Islamabad Gelar Demo Kuliner Indonesia

MWawasan.PAKISTAN~ Terinspirasi dari kiprah R.A. Kartini dalam karyanya "Out of Darkness to Light" tentang wanita Indonesia yang harus mengenyam pendidikan, status sosial dan kebebasan yang memadai, KBRI Islamabad yang dimotori oleh Ibu-ibu DWP pada Sabtu (22/04) gelar demo kuliner Indonesia kepada tamu asing di Wisma Duta.

Acara tersebut bertajuk "A Display of Indonesian Food Tradition" yang dihadiri oleh anggota Asian Studies Group (ASG), para duta besar negara ASEAN, Australia, Bosnia Herzegovina, India, Jepang, Korea, Maldives, diplomat dari beberapa negara sahabat, dan pejabat dari Kemenlu Pakistan.

"Acara ini bertujuan untuk mempromosikan pemahaman yang lebih baik tentang kebiasaan dan tradisi unik Indonesia terkait tata cara dan seni kuliner sebagai upaya meningkatkan saling-pemahaman dan persahabatan", ujar Dubes RI Iwan Suyudhie Amri dalam sambutannya. Dubes Iwan juga menekankan perlunya terus digelorakan semangat R. A. Kartini, pahlawan wanita Indonesi, yang memperjuangkan emansipasi wanita melalui Pendidikan. 

Para tamu mengaku kagum dengan keterangan Dubes RI mengenai Indonesia yang memiliki populasi penduduk sebanyak 255 juta jiwa, 17508 pulau, 1128 suku, 742 bahasa, dan keragaman budaya yang tercermin dalam berbagai tradisi masakan makanan dan cita rasa yang begitu beragam.

Selain makanan, display handy craft, kain tenun, batik, dan lukisan asli Indonesia juga mewarnai setiap pojok Wisma Duta sehingga menarik perhatian para pengunjung. 

"Wah, sungguh hari yang menyenangkan sebab selain dapat menikmati makanan juga bisa langsung melihat contoh industri kreatif Indonesia," tutur Mrs. Fauzia Memon, Ketua Cuisine Club ASG.

Di sela-sela penayangan dokumentasi mengenai kehidupan R. A. Kartini, Ketua DWP KBRI Islamabad Rita Amri pun turut menyuguhkan makanan ringan khas Indonesia kepada para pengunjung seperti kacang-kacangan, kerupuk, dan rempeyek. Suasana dibuat sedemikian santai layaknya pertunjukan film sehingga para tamu dibuat betah berlama-lama.

Dalam A Display of Indonesian Food Tradition ini KBRI mengundang koki internasional, I Wayan Subrata asal Bali yang bertugas di Hotel Serena Islamabad. Chef Wayan mendemostrasikan tiga menu masakan Indonesia yakni Mie Goreng, Sate Ayam dan Es Mentimun. 

"Makanan bukan sekadar untuk kenikmatan dan bertahan hidup tetapi juga bermakna sebagai identitas," ujar Dubes Iwan.

Usai acara, para pengunjungpun menikmati makanan yang diperagakan oleh sang koki di samping menu lainnya seperti rendang daging, opor ayam, sambal ijo, bakso, lontong dan sate ayam, tahu oseng, bakwan jagung, lalapan, pudding, dan minuman segar es mentimun. Sambil mencicipi hidangan, para tamu disuguhkan tayangan video Promosi Destinasi Wisata Indonesia produksi KBRI Islamabad bekerja-sama dengan HUM TV, dan video 'The 30 Indonesian Traditional Cooking Icons'.

Upaya terus menanamkan semangat Kartini dan mempromosikan kuliner Indonesia yang dilakukan KBRI Islamabad mendapat apresiasi dari Presiden ASG Islamabad, Madame Parveen Malik.

"Program ini sangat penting sebagai upaya saling memahami antara Indonesia-Pakistan dan menunjukkan kontribusi Indonesia menekankan pentingnya keberagaman, kekayaan budaya dan kuliner serta cara mempresentasikannya secara khas Indonesia kepada masyarakat Pakistan.", kesannya tentang acara ini.

Para Dubes ASEAN juga mengaku senang dengan format acara seperti ini, "Kita akan jadikan promosi kuliner sebagai acara regular dan tempatnya bergantian di masing-masing Kedutaan," tutur salah satu Dubes yang hadir.



#Gan/HumasKemlu

No comments