Breaking News

Peningkatan Kapasitas Delegasi di Badan Standar Kesehatan Pangan Dunia

MWawasan,Pejambon~ Dalam konteks perdagangan dunia, negara-negara yang mampu berkompetisi dengan basis standar internasional akan lebih mudah menguasai pasar global. Berdasarkan asumsi ini, banyak negara memperjuangkan agar standar nasionalnya diadopsi sebagai standar internasional sehingga akses pasar produk-produk ekspornya semakin luas.

Prinsip tersebut juga berlaku bagi standar kesehatan produk pangan dunia yang penetapannya dirundingkan di forum organisasi Codex Alimentarius Commission yang bermarkas di Roma. Badan dunia yang berafiliasi dengan WHO dan FAO ini memiliki misi utama memberikan perlindungan bagi konsumen masyarakat internasional melalui penetapan standar kesehatan produk pangan.

Optimalisasi peran dan kepemimpinan Indonesia dalam sidang-sidang Codex terus dilakukan, antara lain melalui kegiatan peningkatan kapasitas bagi anggota delegasi RI, sebagaimana telah dilaksanakan di kantor Kemlu, Pejambon (18/4) melalui kerja sama BSN selaku focal point Codex Indonesia dan Kementerian Luar Negeri selaku anggota Komite Nasional Codex Indonesia.

"Peningkatan kapasitas delegasi RI dalam sidang-sidang Codex menjadi bagian penting dari upaya diplomasi ekonomi Indonesia, terlebih jika mengingat bahwa standar Codex juga menjadi acuan dua perjanjian penting di WTO yang mengikat para pelaku perdagangan internasional, yaitu Agreement on Sanitary and Phytosanitary Measures (SPS) dan Agreement on Technical Barriers to Trade (TBT)," demikian disampaikan oleh Direktur Perdagangan, Komoditas dan Kekayaan Intelektual (PKKI), Kemlu Tri Purnajaya dalam pembukaan kegiatan dimaksud.

"Indonesia sebagai negara besar telah berperan aktif dalam Codex, bahkan pernah menempatkan wakilnya sebagai Chairperson organisasi internasional tersebut. Peran tersebut perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan. Misi untuk mencapai kepentingan Indonesia dalam Codex pada masa sekarang maupun di masa mendatang harus diraih by design, bukan by accident." Hal tersebut dikemukakan oleh Deputi Bidang Penerapan Standar dan Akreditasi BSN, Kukuh SA dalam pengarahan di awal kegiatan.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta yang berasal dari berbagai Kementerian dan Lembaga terkait, mendapatkan materi mengenai penanganan isu-isu spesifik Codex dari narasumber Sekretariat Codex Contact Point Indonesia, dan materi tentang teknik negosiasi dan tata cara persidangan dari diplomat senior Indonesia, Duta Besar Soemadi D.M. Brotodiningrat.

Kegiatan peningkatan kapasitas ini merupakan kerja sama BSN dan Kemlu sebagai bagian dari Komite Nasional Codex Indonesia untuk terus memperkuat negosiasi multilateral guna mendukung peningkatan diplomasi ekonomi Indonesia. Materi-materi yang telah disampaikan diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan para peserta dalam mempersiapkan posisi nasional dan memperjuangkan kepentingan Indonesia di berbagai pertemuan komite Codex. 



#Gan/Dit. PPKI/Yo2k

No comments