Breaking News

Diduga Informan, Tukang Parkir Tewas Dibunuh Geng

MWawasan.SUMUT~ Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho didampingi Waka Polrestabes AKBP Tatan Dirsan Atmaja Kapolsek Medan Barat Kompol Victor Ziliwu dan Kapolsek Medan Kota Kompol Martuasah Tobing, memaparkan pengungkapan kasus pembunuhan.

Kasus penemuan mayat pria Mr X di pinggir Sungai Deli Jalan Guru Patimpus Lingkungan IV Kelurahan Sei Deli Medan Barat, Kamis (20/4) dini hari, terkuak. Ternyata, jasad tanpa identitas itu merupakan korban pembunuhan.

Awal terungkapnya kasus itu ketika petugas Polsek Medan Barat mendapatkan informasi penemuan mayat di aliran Sungai Deli. Kemudian petugas membawa jasad korban ke RS Bhayangkara untuk dilakukan otopsi. Dari hasil otopsi, petugas mendapatkan tanda-tanda penganiayaan dari tubuh korban.

Awalnya petugas kesulitan mengungkap kasus tersebut karena tidak menemukan identitas ditambah lagi kondisi korban mulai membusuk. Lalu petugas Polsek Medan Barat bekerjasama dengan Polrestabes Medan dan Polsek Medan Kota melakukan sidik jari terhadap korban.

Petugas mengetahui identitas korban Josua Imanuel Pasaribu (31) warga Pasar Merah Medan.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho didampingi Waka Polrestabes Medan AKBP Tatan Dirsan Atmaja, Kapolsek Medan Barat Kompol Victor Ziliwu dan Kapolsek Medan Kota Kompol Martuasah Tobing mengatakan, awalnya pihaknya mendapatkan informasi penemuan mayat Mr X di Sungai Deli. Kita lakukan otopsi ditemukan ada tanda penganiayaan. Lalu kita lakukan sidik jari dari sini kita ketahui identitas mayat itu.

Begitu mendapatkan identitas korban, polisi langsung mendatangi keluarga korban. Kita mendapatkan keterangan tambahan dari saksi keluarga, dari sini kita kembangkan kalau Josua sejak Selasa sudah meninggalkan rumah.

Menurut Kapolrestabes Medan, pada Selasa (18/4), pihak kepolisian melakukan penggerebekan di kawasan Jalan Multatuli Medan. Bertepatan saat itu, korban juga datang ke kawasan tersebut untuk berkunjung ke rumah rekannya.

Ternyata kedatangan korban di kawasan itu disangka para kelompok pemuda itu merupakan kibus (informan -red) polisi. Dari sinilah penyebab awalnya terjadi pembunuhan itu.

Setelah penggerebekan itu, malam harinya Josua kembali mendatangi Jalan Multatuli. Korban dituduh kibus polisi karena di jok sepedamotornya ditemukan borgol, lalu sekelompok pemuda menangkap dan menganiayanya hingga tewas. Setelah tewas Josua dibuang para tersangka ke Sungai Deli.


Setelah mengetahui juru parkir itu dibunuh, Tim gabungan Polsek Medan Barat, Polsek Medan Kota dan Polrestabes Medan langsung memburu para pelaku. “Kita bentuk Tim untuk mengungkap kasus ini.

Tak perlu waktu lama, Jumat (21/4), polisi meringkus 15 tersangka di antaranya seorang ibu rumah tangga. Saat penangkapan itu, polisi terpaksa menembak seorang tersangka S hingga tewas karena mencoba membacok petugas saat penangkapan.

S sempat membacok polisi, di situ kita tembak. Tersangka juga otak pelaku penganiayaan hingga menewaskan Josua.

Dari data yang diperoleh, 15 pelaku yang sudah ditangkap itu yakni S (meninggal dunia), RM (17), WS alias Kabes (27), MS (35), AS (32), EG (44), DS (18), R (19), BH (29), Sy (23), E (37), A (25), Su (30), Ah (33) dan W (50), seluruh tersangka merupakan warga Jalan Multatuli. “Masih ada empat orang lagi yang masih kita buron. Kita minta agar keempat ini segera menyerahkan diri. Selain itu kita menyita barang bukti berupa dua parang, empat batu, satu anak kunci,” sebut Kapolrestabes.

Untuk para pelaku dikenakan pasal 338 Sub 170 ayat 2 jo 351 KUHPidana. Ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Seorang tersangka W mengaku saat itu hanya ikut memukul korban sekali saja. Ada yang menjerit dia (korban) kibus. Terus korban dipukuli. Saya cuma mukul sekali saja Pak, terus saya pulang, aku ibu rumah tangga itu.

W juga mengaku S yang mengajak tersangka lain untuk menganiaya. Saya tidak berapa kenal dengan S. S yang menjerit kibus.


#Gan/HumasPoldaSumut

No comments